Ramah tamah Elektro UNJ yang berbeda…

Seperti kebiasaan bertahun-tahun di lingkungan Elektro UNJ bahwa setiap angkatan baru wajib membuat acara ramah tamah dengan senior dan dosennya, dan seperti kebiasaan tahun-tahun yang lalu acara ini diadakan di puncak pada hari sabtu dan minggu, dan seperti biasa juga angkatan 2001 selalu hadir meramaikan acara ini dengan datang secara beramai-ramai..

Rombongan

Nah Acara sih sama aja kaya tahun-tahun lalu yang beda perjalanan kesana  karena saya mencoba mengikuti rombongan motor alias turing. Sebenernya sih rekan-rekan lain ngumpul di kampus Rawamangun, cuma karena jalur mereka pasti lewat Cilodong ya mending saya tunggu aja mereka di pinggir jalan, mayan hemat bensin hehe… Continue reading

Air Terjun Cipamingkis

Setelah beberapa minggu yang lalu saya berpergian secara backpacking ke Dataran Tinggi Dieng, maka pada sabtu ini saya berkesempatan melakukan perjalanan lagi, namun kali ini saya menggunakan motor sebagai sarana transportasinya. Saya diajak sobat saya Priman menuju ke wisata air terjun yang terletak di daerah Cipamingkis bogor –begitulah yang tertera di tiket masuk saya-

Perjalanan dimulai dari kantor saya di daerah Cilodong-Depok menuju ke Citeureup bogor, lalu diteruskan ke arah jalan arteri menuju Tajur-Ciherang. Kami melewati beberapa kantor kelurahan atau kantor desa yang saya ingat adalah Cibadak, Sukamakmur, Sukadamai. Setelah saya melihat peta ternyata wilayah yang saya tuju termasuk dalam Kawasan Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango. Continue reading

Lima ribu kilometer

Ga terasa motor ini dah berjalan sejauh lima ribu kilometer selama sebelas bulan ditangan saya, bagi sebagian orang mungkin jarak segitu termasuk dekat, karena banyak orang yang kesehariannya berada diatas motor dan menempuh jarak lebih dari seratus kilometer, tapi buat saya jarak itu lumayan jauh, kalo dirata2 sehari bisa 15km..Image(002)Foto diatas diambil tadi siang ketika saya pulang dari bank, kira-kira sampai di jalan raden saleh ternyata odometernya sudah menunjukkan 5000km, maaf gambarnya kurang jelas karena saya hanya menggunakan kamera ponsel jenis VGA saja.

My First Real Journey

Jalan-jalan ke Dataran Tinggi Dieng tanggal 14-17 Agustus kemarin merupakan petualangan pertama saya yang saya sebut “my first real journey”, karena baru kali ini saya melakukan perjalanan wisata dengan cara backpaker. Perjalanan ini sendiri dimulai dari ajakan om Dodi di tret plurk tanggal 19 Juli jam 10.00 dan email lanjutan dari mas Amri tanggal 27 Juli (detil amat yak :D). Sebetulnya masih banyak rasa keraguan untuk ikut petualangan ini, dimana saya belum mengenal calon peserta perjalanan ini, Saya sendiri sering ngobrol via plurk atau Ym namun baru dua kali bertemu dengan om Dodi yaitu di kedaiqu dan di PeVil. Sedangkan untuk mas Amri, mas Ian dan Mbak Novi saya sama sekali belum mengenalnya, bahkan baru mulai ngobrol belakangan sebelum berangkat aja via confrence YM karena saya tidak bisa hadir ketika kopdar untuk membahas perjalanan ini.

Kemudian saya tambah merasa malas untuk berangkat ketika mengetahui bahwa kami tidak mendapatkan tiket kereta dan harus mencari alternatif lain. Saya sendiri mengusulkan naik travel karena saya sudah malas dengan Bus malam, dan memang kami mendapatkan travel untuk berangkat, namun rupanya Tuhan punya rencana lain, travelnya mendadak tidak bisa berangkat karena ada masalah dan kami terpaksa harus naik bus. Disini saya merasa bahwa saya memang harus berangkat dengan Bus.. dan dengan diantar Yosi, tibalah saya di Pulogadung jam 7.30, ternyata saya harus menunggu lagi untuk bisa bertemu dengan rekan-rekan yang lain.

Singkat cerita kami berangkat dengan bus yang rusak ACnya sehingga harus pindah bus di Cibitung, perjalanan panjang karena macet dan banyaknya perbaikan jalan di sepanjang Pantura membuat perjalanan mencapai 17 jam sebelum mencapai terminal Wonosobo dan menikmati sarapan kami pada pukul 1 siang. Disinipun kami masih harus mengoper kendaraan lagi untuk bisa sampai ke penginapan. Pada hari itu juga kami langsung berkeliling ke Telaga Warna dan kawah Sikidang, dan sial bagi saya karena terjatuh di kedua tempat itu.. hiks.. setelah itu kami menikmati makan malam dan minum minuman khas  Dieng Purwaceng, diakhiri dengan sesi curhat dadakan yang ngaco sampai ke cerita horor segala. Akhirnya jam 11 kami beristirahat untuk mengejar sunrise di bukit Sikunir keesokan harinya.

Malam itu merupakan salah satu malam susah tidur bagi saya, ditemani suhu dibawah 15 derajat serta orkestra dari ranjang sebelah, namun akhirnya dengan rasa ngantuk yang amat sangat kami pun terbangun jam 4 pagi untuk mengejar matahari. Jalanan begitu sepi dan sunyi namun di tempat parkir di kaki bukit Sikunir telah banyak kendaraan yang lebih dahulu sampai dibanding kami. Perjalanan mungkin hanya sekitar 400-500 meter saja namun di ketinggian lebih dari 2000 meter dan kondisi jalan yang terus menanjak akhirnya baru setengah jalan saya menyerah untuk berhenti dan meminta yang lain untuk duluan saja, dalam hati saya berkata percuma jauh-jauh kesini kalau tidak sampai puncak, akhirnya dengan tekad dan semangat kami sampai juga di puncaknya.. disini seluruh rasa letih tadi hilang berganti ketakjuban dan kegembiraan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.IMG_4859

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan lagi ke puncak bukit entah apa namanya dimana tanjakannya masih berupa tanah yang lembut dengan kemiringan mencapai 45 derajat kami sampai di puncak untuk melihat pemandangan telaga warna dari atas, sungguh pemandangan yang berbeda bila dilihat dari sudut yang berbeda. Setelah itu dilanjutkan dengan mengunjungi Candi-candi, Kawah Sileri, Jala Tunda, Museum serta Dieng Plateau Theatre. Perjalanan kami akhiri sampai jam 2 siang dan kami harus kembali ke Wonosobo untuk mengejar Bus malino jam 4.30, Petualangan berlum selesai karena ketika keluar dari penginapan sekitar jam 3, kami tidak memiliki dana cash maka kami harus mencari ATM terlebih dahulu di kota Wonosobo, Perjalanan cukup lama karena ada pawai 17an yang membuat jalanan menjadi satu jalur sehingga menimbulkan kemacetan, namun akhirnya kami tiba di alun-alun kota dan mendapatkan ATM serta tepat waktu tiba di terminal. Akhirnya kami berpisah dengan mas Amri dan mas Ian di Lebak bulus, Saya berpisah dengan om Dodi dan mbak Novi di Pasar Minggu. Perjalanan yang Luar biasa…

Jujur saya tidak merasa asing walau baru pertama bertemu dengan mereka, saya malah merasa bagaikan bertemu sahabat lama yang dengan akrabnya bercanda dan berbagi tawa, Mudah-mudahan ini bukan perjalanan kami yang pertama dan yang terakhir, Saya menantikan perjalanan selanjutnya…..

Gitar lagi nich

Minggu kemaren si Yosi nelepon katanya lagi ada di BaBe dan dia lihat ada gitar bass akustik disana trus nanya mau dititipin apa enggak. setelah mikir2 kayanya boleh juga punya gitar bass, secara pengen juga belajar maen bass. akhirnya jadi gua nitip beliin deh.

Ternyata katanya disana ada tiga jenis gitar yang berbeda sedikit harganya namun dengan kondisi yang berbeda beda, Image0013satu gitar kondisinya kurang bagus bodinya, yang lain body bagus tapi fret kurang bagus terlalu jauh dari senar. sedangkan yang terakhir body dan fret bagus namun senarnya rusak. Akhirnya diputuskan milih yang terakhir aja dengan asumsi senar gampang diganti

Maka jadilah gua punya gitar bass akustik, saatnya mulai belajar nich lumayan dah sekarang jari-jari gua ga kebanting ama gitarnya eh salah maksudnya gitarnya ga kebanting ama jari gua hehehe

Lupa apa males yah :)

Bujug baru nyadar terakhir ngisi ni blog tahun kemaren, tahun ini sama sekali belom ada postingan. Sebenernya di otak ama di draft udah bikin beberapa ide buat diposting, cuma pas mau diposting kok ngerasa ada yang kurang nich tar aja ah diedit lagi atau ini kayanya ntar aja nyari yang pas momen ini dipostingnya, tapi namanya juga manusia (ngakunya sih manusia hehe) rencana tinggal rencana bablas semua kaga ada yang jadi diposting

Beberapa ide2nya udah pada basi semua kaga relevan lagi buat diposting (halah lebay) jadi mending dibatalin aja postingannya hehehe. Moga-moga mulai bisa konsen ngisi  lagi deh minimal sebulan sekali hehe..

Gitar Baru ku. . . :)

Pertama belajar gitar dulu waktu kelas 1 STM gara2 ngeliat temen2 enak banget maen gitarnya, yahh walaupun ga sejago gitaris ternama paling ga klo nyanyiin lagu kebangsaan last kissnya pearl jam atau salam rindunya tipe-x sich lumayan deh.. heheheIMG00028

Berhubung gitar yang lama entah kemana, praktis udah setahun lebih ga pernah maenin gitar lagi, sebenernya udah diniatin mau beli gitar lagi tapi ga pernah kesampaian.

Setiap kali jalan2 ke toko buku atau ke Bandung trus mampir ke BaBe (Barang Bekas) pasti yang dipegang pertama gitar.. walaupun akhirnya tetep ga jadi beli dengan seribu alasan (duit sich yang utama hehehe)

Namun pada tanggal 21 Desember kemaren akhirnya kebeli juga gitar ini. emang gitar ini bukan yang termahal dan terbagus, tapi yang pasti cocok aja dipakenya dengan jari gua yang isinya jempol semuanya :P

Moga2 tangan gua cepet kapalan lagi, sakit juga lama ga maen gitar, baru dua lagu udah sakit banget jari2 gua.. hehehe

Balik lagi nge-blog

Lama banget rasanya ga ngisi blog, soalnya lagi sibuk (sok sibuk sich :P) hehehe.. enggak kok yang bener lagi banyak kerjaan aja di akhir tahun ini.. kejar target kerjaan sisa order bulan Desemebr yang harus selesai, trus acara2 dirumah dan dimana2 (mulai lagi sok sibuknya :P)

Udah gitu ada “problem” ama laptop gua jadi belakangan onlinenya pake ponsel aja. trus ada desktop juga ga bisa buat ngeblog. Tau dah setingan apa yang salah kayanya musti diformat ulang deh, tapi ntar aja ah atau besok kan libur panjang hehehe.

Ngumpulin Ide2 dulu ah biar banyak postingannya…

Konsumsi BBM Ninja

Menurut beberapa situs dan pengujian, konsumsi BBM ninja 250 berkisar antara 25 km/liter, buat ngebuktiin maka dilakukan tes kecil-kecilan terhadap ninja gua. Pertama dateng, ninja langsung diisi penuh dengan pertamax, trus dipake jalan2 keliling2 komplek, beli jangkrik, beli tempe dan lain-lain. Setelah berjalan 210 km, diisi lagi sampai penuh sebanyak 12,3 liter, maka diperoleh konsumsinya (210/12,3)=17,07 km/liter, ini kondisi motor cuma jalan pelan-pelan banget dan jarak deket, hasilnya paling boros. Setelah itu odometer motor direset 0 lagi, kali ini karena STNK dan plat sudah turun, maka perjalanan bisa rada jauh, kadang sehari bisa sampai 80an km hingga berjalan kembali 293 km, kali ini habis pertamax 12,4 km, jadi konsumsinya (293/12,4)=23,6 km/liter, nah ini termasuk irit soalnya kondisi putaran mesin konstan dan kecepatan stabil.

Kedua kondisi diatas adalah kondisi baru keluar dari pabrik dan RPM(putaran/menit) dipanteng ga pernah lebih 4ribu rpm, yah sesekali lewat sich wajar :P. Trus setelah isi full yang kedua motor di servis pertama, abis itu dipake jalan lagi. kali ini RPM sering lewat 8rb rpm dan setelah jalan 291 km diisi lagi habis 13,6 liter, jadi konsumsinya (291/13,6)=21,39 km/liter, klo yang ini kayanya gara-gara di bengkel bensin gua dituang buat ngebersihin filter oli lebih kali setengah liter yang dituang :P.

Jadi intinya dengan berat gua yang rada berat (halah) maka sudah seharusnya konsumsi BBM Ninja akan berbeda dengan ninja2 yang lain, yang penting masih jauh lebih irit bawa ninja dibanding bawa mobil…

Kok dipisah sich??

Atas permintaan beberapa teman, yang katanya susah dan ribet baca blog sunawar.com

yang bercampur antara keisengan gua ngoprek dan keseharian gua, jadilah blog ini dipisahin aja

Jadi sekarang blog ini khusus nyeritain kehidupan sehari-hari gua, pengalaman hidup gua dan lain-lainya dah, jadi kalo ngerasa ada yang pengen tau keisengan ngoprek gua ya kunjungin blog atunya lagi ya…  tapi entah apa yang bakal gua tulis disini dan disana, moga2 bisa ngisi dua-duanya ya…