Gerbang Tol Otomatis

Pengendara kendaraan roda 4 atau lebih pasti sering melewati gerbang jalan tol, yang biasanya berbayar, sekarang sudah menerapkan sistem otomatis, sudah cukup lama seingat saya walaupun tidak semua tempat menerapkannya dan masih menggunakan sistem manual. Gerbang tol jenis ini ada yang menerapkan otomatis ketika mengambil tiket tol ataupun otomatis ketika membayar tol dengan memanfaatkan kartu tol elektronis (e-toll card)

gerbang-tol-otomatis

Sumber gambar : http://www.bumn.go.id/jasamarga/files/2012/03/gerbang-tol-otomatis.jpg

Sayangnya belum semua pengendara memahami tulisan-tulisan di sekitar gerbang tol tersebut, terutama untuk gardu pembayaran otomatis, yang memerlukan kartu tol khusus dengan saldo minimum tertentu untuk pembayaran sehingga gerbang yang seharusnya lancar, malah kadang mengakibatkan antrian panjang (doh) Gardu Tol Otomatis (GTO) ini memiliki jalur khusus yang biasanya lebih kosong, kalau satu orang bermasalah tidak memiliki saldo atau bahkan tidak memiiki kartu, maka dapat dibayangkan panjangnya antrian yang diakibatkan orang tersebut (annoyed)

 e toll cardsumber : http://www.bankmandiri.co.id/images/2009/img_etollcard.jpg

Beberapa kejadian pernah saya alami dalam menggunakan kartu tol elektronis ini, beruntung belum pernah bermasalah dalam pengunaannya, tapi pernah mendapatkan kejadian dimana pengemudi didepan saya bermasalah dengan GTO

  1. Kejadian di GTO cibubur, dimana dalam kejadian ini pengemudi memiliki kartu tol elektronis, namun saldonya habis/tidak cukup. Sang pengemudi berlari ke mobil dibelakang dan meminjam kartu tolnya, masih bagus sih dia menyadari kesalahannya dan membayar tol tunai pengganti kartu yang dipinjam tadi terus ga minta kembalian (haha)
  2. Kejadian di GTO cililitan dan GTO pasar rebo, disini pengemudi yang entah ga tau atau pura-pura ga mau tau dengan seenaknya masuk ke GTO walaupun dia ga punya kartu tol, dengan tanpa sabaran dia klakson-klakson dan membuat petugas menghampirinya, lalu petugas menanyakan kartu ternyata dia tidak punya, dan membayar ke petugas itu secara tunai (doh) petugas yang ga punya kartu itu pun berlari ke mobil belakang dan meminjam kartu tolnya untuk membukakan palang dan memberikan uang tol dari mobil depan.
  3. GTO rusak (angry) nah kejadian ini di Gardu tol pasar rebo juga, yang akhirnya 5 mobil musti mundur dan menggunakan gardu tol tunai (lonely) nasib dah

Pengemudi pada kejadian ke dua termasuk egois seharusnya dia bisa membaca banyak rambu-rambu sebelum GTO yang menyatakan khusus membayar menggunakan kartu tol elektronis, dan bukan memasuki gardu tol hanya karena ga ada antrian, atau karena alasan lain, saya rasa rambu-rambu sebelum GTO cukup banyak dan diberikan warna kuning yang menyolok untuk membedakannya.

Sehingga kalau alasan dia tidak tahu maka pengemudi ini sangat berbahaya, suatu rambu yang sedemikian menyolok dan berbeda dengan rambu lain saja dia lewatkan untuk memahaminya bagaimana dengan rambu-rambu di jalanan luar tol yang sebagian besar sudah rusak? Bisa membahayakan dirinya dan orang lain

Jadi GTO ini sebetulnya merupakan terobosan yang baik dari pengelola jalan tol, walaupun belum semua jalur tol memiliki sistem gardu tol otomatis, namun dapat menghemat waktu dan dapat juga mengefisienkan pegawai karena gardu dapat beroperasi 24 jam tanpa perlu ada petugas yang banyak, Yang perlu diperhatikan adalah pengemudinya, sebelum menggunakan fasilitas seperti ini, mohon membaca peraturan dan rambu-rambu yang ada dan pastikan gardunya juga beroperasi (goodluck)


Leave a Reply